
Kelompok Usaha Milik Masyarakat Adat (KUMMA) Kenegerian Terusan di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau sukses membudidayakan madu kelulut. Sejak dimulai bulan Februari 2024, budidaya madu kelulut yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kampar ini sudah dua kali melakukan panen madu kelulut.
Panen perdana pada 20 April 2024 menghasilkan 8 kilogram madu kelulut murni, sedangkan panen kedua menghasilkan 12 kilogram madu kelulut murni pada 30 September 2024.
Ketua KUMMA Kenegerian Terusan, Ramlan menyatakan hasil budidaya madu kelulut yang mereka panen ini telah melebihi target kelompok. Ramlan menyebut target panen pertama mereka 4 kilogram tetapi ternyata hasilnya 8 kilogram. Sementara, target panen kedua 10 kilogram tapi hasilnya 12 kilogram.
Ramlan menerangkan budidaya madu kelulut yang menjadi unit usaha KUMMA ini menjadi pijakan mereka ke depan dalam membangun perekonomian alternatif untuk menambah penghasilan di rumah tangga. Disebutnya, ada lima kepala keluarga yang tergabung dalam proyek awal budidaya madu kelulut ini. Mereka cukup bersemangat membudidayakan madu kelulut karena mendapat pendampingan dari PD AMAN Kampar. Ramlan menambahkan selain melakukan pendampingan, PD AMAN Kampar juga ikut terlibat dalam tata kelola dan pemasaran madu kelulut. “Kami belum memiliki keahlian dalam jual beli madu kelulut ini,” akunya.
Ketua PD AMAN Kampar Himyul Wahyudi menjelaskan budidaya madu kelulut yang dikelola oleh KUMMA Kenegerian Terusan didanai langsung oleh Nusantara Fund. Wahyudi menceritakan untuk mendapatkan bantuan dana langsung ini, berbagai jenis usaha dicoba untuk dikembangkan dan dikaji. Namun, semua kesempatan dan tumbuh kembang dari jenis usaha yang diusulkan memiliki masa jangka waktu panjang. Akhirnya, sebut Wahyudi, budidaya madu kelulut dipilih setelah melihat keberhasilan seorang anggota KUMMA yang telah lebih awal membudidayakan madu kelulut di Kenegerian Terusan.
“KUMMA Kenegerian Terusan memulai budidaya madu kelulut dengan tiga puluh stuff atau sarang. Alhamdulillah, sudah dua kali panen hasilnya cukup baik,” kata Wahyudi.
Selain dijual, ungkapnya, KUMMA Kenegerian Terusan telah menyisihkan sebagian hasil panen madu kelulutnya untuk diberikan kepada delapan orang lanjut usia warga Dusun II Tanjung Harapan, Desa Terusan. Madu yang disisihkan sebanyak delapan botol dengan berat dua ons.
Wahyudi menerangkan pemberian paket madu kelulut murni kepada warga lanjut usia ini bertujuan agar masyarakat membiasakan minum madu untuk kesehatan.
“Selain itu, pemberian ini juga merupakan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas anugerahnya dengan memberikan panen terbaik,” katanya sembari berharap panen ke depan hasilnya melimpah.
Wahyudi mengatakan wilayah adat mempunyai kekayaan Sumber Daya Alam yang melimpah. Jauh sebelum Indonesia merdeka, sebutnya, masyarakat menjadikan alam sebagai ibu tempat hidup dan menggantungkan ekonomi. Sumber-sumber pangan yang terkandung didalamnya seperti sungai, hutan dikelola dengan lestari, dan diatur dengan aturan adat.
“Praktek-praktek konservasi seperti lubuk larangan, imbo laghangan adat sudah dijalankan jauh sebelum adanya konsep konservasi yang ditetapkan pemerintah saat ini,” paparnya.














Masyarakat kenegerian Malako Kociak kembali bersemangat menjemput Pengakuan Masyarakat Adat, Wilayah adat, dan Hutan adat. setelah melalui proses yang panjang saat ini melalui pendampingan penuh dari PD AMAN Kampar, penyiapan dokumen dan finalisasi peta wilayah adat sudah dilakukan. Proses ini banyak mengalami halangan namun berkat semangat tim PD AMAN Kampar dan seluruh lapisan masyarakat Kenegerian Malako Kociak semua berjalan seperti yang di harapkan sehingga seluruh dokumen usulan selesai di rangkum.
g tumbuh subur di wilayah adat Kekhalifahan Batu Songgan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di kenegerian-kenegerian yang ada di Kekhalifahan Batu Songgan. Diantara 6 kenegerian yang ada hanya lima kenegerian yang begitu aktif memanen petai yang tumbuh di hutan, dua kenegerian tersebut adalah Kenegerian Malko Kociak, Kenegerian Gajah Bertalut, Kengerian Aur Kuning, Kenegerian Tarusan dan Kengerian Pangkalan Serai, lima kenegerian ini sangat aktif dalam melakukan pemanenan petai yang ada. Para renger petai akan melakukan perjalanan panjang ke tengah hutan dan mencari pohon-pohon petai yang berbuah dan layak panen.