
Oleh : Nuskan Syarif
ProgramĀ green Policing dari Polda Riau melalui pembagian Sembako untuk masyarakat di DAS Subayang khususnya Desa Terusan, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinisi Riau, tiba dengan selamat dan dibagikan kepada masyarakat Desa terusan pada senin, 22 Juni 2026.
Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke 80 Polda Riau membagikan 1.650.000 Paket sembako yang di distribusikan ke 17 desa di Aliran sungai Subayang dan Bio.
Azuar Kepala Desa Terusan mengatakan bantuan ini diberikan oleh POLDA Riau melalui green Policing kepada masyarakat dan ada 130 paket sembako di serahkan ke desa Terusan, dalam satu paket ini berisi, beras 5 kg, gula 1 kg, garam, bumbu dapur, minyak goreng dan kecap.
Azuar berharap program dari polda ini bisa dilanjutkan kedepannya untuk meringkan beban masyarakat di sungai Subayang, kita berharap program ini dapat dilakukan minimal 1 kali setahun dan kalua bisa tiga bulan sekali. Ini sangat membantu masyarakat kami di pedesaan yang saat ini tidak memiliki ruang Kelola untuk pertanian ujar Azuar.
Tek Ju salah seorang penerima paket sembako mengatakan, kami sangat berterimakasih atas bantuan ini, dan kami berharap bisa berlanjut kedepannya, dengan bantuan ini bisa menambah kebutuhan dapur ujar Tek Ju di sela-sela hiruk pikuk pembagian paket sembako.
Bantuan seperti ini kami sangat bersyukur dan berharap kedepannya bisa dapat Kembali pungkas ibu-ibu yang mendapatkan bantuan paket sembako yang dibagikan di lapangan volley desa Terusan sambil tertawa.

Dari Swasembada Pangan menjadi masyarakat yang konsumtif
Masyarakat desa Terusan merupakan masyarakat agraria yang hidup mereka berada di dalam Gugusan Bukit Barisan. Dulu masyarakat Desa Terusan/ Kenegerian Terusan merupakan Masyarakat yang memanfaatkan hutan dan wilayah adat mereka untuk berladang dan bekebun.
System berladang yang dulu di lakukan oleh masyarakat menghilang Bersama peraturan pemerintah tentang penunjukan wilayah adat mereka menjadi Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling dan menjadi masyarakat yang konsumtif dan mendatangkan semua kebutuhan pokok ke pemukimanan mereka.
Kehilangan identitas berladang cukup memprihatinkan karena dari masyarakat yang kuat akan pangan berangsur hilang dan menjadi masyarakat yang berjuang untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Seperti ayam yang mati di lumbung padi, masyarakat Kenegerian Terusan/ Desa Terusan mengalami hal tersebut.


